April 3, 2011

Grasshopper: Sebuah Novel tentang Bulutangkis

sumber: google.com

Seperti yang kalian lihat, judulnya Grasshopper. Dan buku ini adalah karya Wiwien Wintarto.

What makes it special
Kalo menurut gue sih, yang membuat buku ini spesial tentunya karena buku ini tentang bulu tangkis. Dari dulu olahraga yang paling gue bisa kalau bukan lari, ya main bulu tangkis. Mungkin karena Oom gue itu pas SMA pernah jadi pecinta olahraga jadinya gue malah suka bulu tangkis. Walaupun pada akhirnya sang Oom berkutat dengan Biologi.
Dulunya, gue gak terlalu peduli apalagi tau tentang lob, dropshot, reli, smash, jumping smash, dan lain-lain terutama peraturan saat bermain bulu tangkis. Tapi punya teman seperti Inas yang dari kelas 7 ikut ekskul bulu tangkis (yang kemudian gue juga akhirnya kebawa ikut ekskul bultang trs kenal sm pelatih bultangnya yg super baik), punya guru seperti Pak Edy Rufianto yang sering jadi wasit pertandingan bulu tangkis (waktu itu jadi wasit Uber Cup Wang Yihan vs Maria Febe. Gila), dan baca novel satu ini, gue jadi lebih ngerti bulu tangkis. Dan peduli. Bukan sekadar main yang penting ngayunin raket. Gara-gara waktu kelas 8 gue main double brg Faradhita dan dimarahin Pak Edy gara-gara salah terus, gue malah jadi tertarik segala peraturan bulu tangkis (bukan berarti saya suka dimarahin, Pak).

What makes it enjoy to read
Buku ini enak dibaca soalnya masih dalam lingkup sekolah. Itu yang pertama.
Terus yang kedua, gue jadi tau rasa-rasanya jadi atlet bulu tangkis.
Segala yang kita suka tidak selalu jadi menyenangkan kalo mental dibikin down.
Jadi berkat buku ini juga gue jadi lebih menghargai atlet-atlet Indonesia. Dan mungkin gue gak bakal kayak dulu, waktu liat Thomas Cup 2010 yang menang Lin Dan dan bukan Taufik Hidayat, gue malah bersorak (maaf ya, tapi Lin Dan keren sih-_-). 

Why I like this book
Seperti yang bisa diketahui, gue bisa suka pertama mungkin karena ini tentang bulu tangkis.
Dan yang kedua karena di buku ini ada rincian tentang pertandingan bulu tangkis yang dialami sang tokoh utama. Bagaimana dia menyerang, membuat lawan tersudut dan akhirnya hanya bisa bertahan dan bukan menyerang. Berkat novel ini gue tau, kalau lagi main sama Inas gue seringnya bertahan doang. Pantes aja gak pernah menang.
Alasan ketiga, tokoh-tokoh di novel ini seolah nyata. Dan sebenarnya saya berharap novel itu adalah nyata dan Prita Paramitha benar-benar ada (kalau ada beneran gue mau nonton pertandingannya).

What are the weaknesses
Pertama, ada beberapa kata yang entah salah nulis atau emang kata-katanya itu tapi gue belum tau maksudnya, yang jelas, ada kata-kata yang pas gue baca gue mikir, 'ini maksudnya apa?' Cuma 1 atau 2 kata sih.
Kedua, gue agak penasaran sama yang akhir-akhir, kenapa si Prita nelepon Reddy? Masa buat cuma bilang, 'hai, ini aku'? Tapi gak terlalu masalah sih soalnya gue lebih menjunjung tinggi persahabatan.
Ketiga, di buku ini disebutin ada tokoh yang namanya Bayu Ganda, terus dibilang kalo dia pemenang All England 1990. Tapi kok tiba-tiba ada nama Lin Dan yang bilang nyariin benda yang selalu dipakai Bayu Ganda? Tahun 1990 kan Lin Dan masih umur 7 tahun-an. Masa anak 7 tahun udah kayak orang dewasa yang matanya berwarna hijau duit yang ngeliat benda yang kusumat langsung pengen punya? Entah gue yang aneh atau gimana tapi ya gitu deh. Tapi gpp sih. Ada nama Lin Dan aja gue udah heboh. Rasanya pengen gue stabiloin. Kalau gak salah di halaman 133 sama 230. Apa ada lagi?


Why you should read this book
Kalau lo emang suka sama bulu tangkis dan apalagi suka ngeliat pertandingannya, lo mending baca buku ini. Soalnya pertandingan bulu tangkisnya dijelasin. Si tokoh nge lob kemana, habis itu dropshot kayak gimana, Jumping Smashnya kapan, etc.
Dan kalau lo emang suka persahabatan, lo juga mendingan baca buku ini. Apa ya, gue suka aja ngelihat gimana sang penulis menjabarkan tentang persahabatan antara si tokoh utama dan sahabatnya. Persahabatan yang gak berlebihan dan sehat (sehat buktinya main bulu tangkis).


What's too bad
I don't have badminton racket. I want to buy it. Some day. Do you want to give me? No prob. Maybe Yonex or Li Ning or Victor or Rainforce Speed would make me happy HA HA HA.
But as you know, badminton racket is like a man who need somebody to love. So if you want to give me a badminton racket don't forget to buy a pack of shuttlecock^^

It's just a joke. But It's really a pleasure to have some.

2 comments:

Wiwien Wintarto said...

ouww... thanks sudah membaca Grasshopper-ku tersayang, hehe...
soal Lin Dan, tentu dia nyarinya raket Bayu Ganda jauh sesudah BG ngilang (setelah 1990). dan memang tak kujelasin di situ tepatnya KAPAN Lin mencari si Merah Darah. anyway thanks masukannya.
tunggu Grasshopper 2! bakal lebih seru...!

D said...

You're welcome! Semoga Grasshopper 2 lebih seru dan lebih sering disebut ya, Lin Dan-nya!
And thanks for your comment. Keep visiting my blog, ya, haha (sekalian promosi -,-)

The Owner

My photo
Already 20. The girl who tries to be adorable enough.
"Face tomorrow, tomorrow is not yesterday."
-Avril Lavigne, Darlin'