December 30, 2012

Penyumbang Karya Sastra

Siapa? Penulis :)
Mungkin penulis zaman sekarang bahasanya tidak sekaliber Pramoedya Ananta Toer dan sebangsanya, tapi membuat cerita menarik yang beda, menguak isu di masyarakat dengan aluran, dan lain-lain tetap saja hasil sastra, kan? Intinya adalah cerita. Prosa.

Oh, iya, sejujurnya aku juga belum pernah baca Pramoedya Ananta Toer berhubung orang-orang sudah menakutiku dengan berbagai kabar bahwa 'bahasanya sulit' dan lain-lain. Tapi kalau disodorkan, aku ingin kok membacanya. Aku suka melihat buku-bukunya yang terlihat tebal :-|

Pengarang Indonesia. Beberapa pecinta novel terjemahan mungkin menganggap biasa saja, tapi menurutku luar biasa! Kenapa? Karena aku selalu pengen bisa menulis tapi semua berujung..hanya tersimpan di dalam laptop, seperempat, salah, seperenambelas rampung. Hehehe. Kemudian aku bertanya-tanya kenapa aku menulis. Haha. Memang mungkin pengarang Indonesia belum se-"WoooOOOOoooW (sambil koprol boleh)" pengarang luar negeri, tapi, yah, kita harus tetap mengapresiasi, dong!
Sssstt... aku sejujurnya pengen bisa gambar buat cover novel :'| 

Novel-novel dalam negeri biasanya kujadikan sebagai penghilang penatku saat titik kejenuhan berada di puncak tertinggi. Ceritanya yang (biasanya) related-to-life bisa menenangkanku karena dalam sekejap aku sudah berada di dalam cerita.

Dan yang paling kusuka, para pengarang ini sangat amat ramah banget sekali (aku tahu memang tidak efektif kalimatnya, tapi, yaaah..)! Maksudku, memang, sih, mereka bukan artis yang sepertinya sangat sibuk untuk mengobrol dengan fansnya, tapi percaya, deh, sedikit komunikasi dengan penggemarmu bisa membuat penggemarmu itu semakin mengagumimu! Contoh, jika kamu novelis, maka penggemarmu itu bakal beli seri buku-bukumu selanjutnya (apabila bukumu berseri), atau berusaha membeli buku-buku kamu yang lainnya!

Contoh keramahan novelis Indonesia:



  1. Waktu itu aku menulis pendapatku tentang buku Sitta Karina di blog ini, dan kemudian beliau (aku gak enak mau nyebut "dia" :/) komen postku itu! Wiiih rasa senang tak terbayangkan. Saat itu aku masih di SMP dan sesampainya di sekolah, aku menemui temanku yang juga nge-fans sama Kak Sitta Karina dan pas dia tahu kayak gitu, dia langsung rusuh, "Demi apa, Duuurr?!?!?!?!? Enak banget!!!"
  2. Aku waktu itu sangat amat ngefans dengan novel karangan Stephanie Zen dan kemudian aku memberanikan diri untuk mention Kak Stephanie Zen dan dia bales! bodohnya aku malah lupa untuk mem-favorite-kan tweet pertamanya untukku. Tapi, ya, I will definitely do click the favorite button every tweets she gave/will give to me! Ha ha! Dan percaya atau tidak, aku pernah mengirim e-mail ke Kak Stephanie Zen daaaaaaan dibalasss!!! Gils  banget :'D
  3. Aku selesai baca novel Grasshopper karangan Wiwien Wintarto dan aku menuliskan pendapatku di blog daaaan beliau komen postku! Yeay! Super senang! Saat itu juga aku langsung jejingkrakan dan nelepon temanku, Inas, lamaaa sekali yang setelah kusadari itu ternyata hanya membahas seputar "Ituuu loohhh yang buat novel Grasshopper yang kemarin kita baca!! Iyaaa yang itu!!! Dia ngekomen post gueeee omg omg omg omg!!!"
  4. Waktu itu Inas minjemin aku buku Obsesi karya Lexie Xu. Awalnya aku malas-malasan gitu bacanya (karena aku takut sama yang namanya horror). Tapi melihat ini ada konflik psikologis dan bukan horror biasa, aku membacanya. Daaaan, aku mention Kak Lexie Xu dan dia membalas mentionku! Dan aku mention-mention-an ga cuma sekali, yippie!!


Dari Wiwien Wintarto!

Baru itu, sih.. Tapi aku sudah senang banget! Penulis Indonesia dengan sabarnya mau membalas mention ngga jelasku, membalas e-mailku, komen postinganku yang aku gak tahu gimana cara mereka mencapai blogku..yang jelas-jelas terpencil ini :'D


Dari Lexie Xu! 

Aku selalu senang ketika menemukan twitter novelis-novelis Indonesia dan melihat mereka membalas tweet pembaca novel mereka...terasa mengharukan (oke aku emang sedikit lebay tapi gak apa lah ya~)

Menulis post ini, aku jadi ingin berlari ke Gramedia dan membeli novel. Sayangnya aku tidak punya uang. Dan waktu sedang terbatas karena akan menghadapi ujian. Untuk membunuh rasa bosanku, aku.....mendownload beberapa novel karangan Indonesia di e-book. Hiks:'( Maafkan aku. Seharusnya kan aku membeli, ya...bukannya download. Tapi aku gak punya uang-_- Dasar emang Durra, ehehe. Maaf ya para penulis Indonesia yang beken-beken. Aku akan stop mendownload deh. Lagipula aku juga lebih suka baca buku. Non-radiasi, bisa dibawa kemana-mana...tidak bisa meledak dan menimbulkan kebakaran..kecuali kalau kamu baca buku 5cm jaraknya dari api unggun.
Yang paling penting, rasanya memegang buku itu rasanya kayak..jadi orang pintar sedunia! Padahal novel, bukannya buku pengetahuan. :D (Tapi kan novel juga ada amanat  yang gak kalah penting dari buku pengetahuan. Ya, kan? Ya, kan?)

Dan, yap. Aku paling suka novel yang tebal tapi ngga berat (berat timbangannya, ya. Berat beneran._.). Tapi sayang harganya juga jadi ikutan berat :'( Terakhir kali aku ingin membeli novel Tere-liye yang Rembulan Tenggelam di Wajahmu. Sudah diskon 10%, tetap kurang uang yang kubawa! Rasanya tuh #%$@$(RWF!!
Hih.. yasudahlah. Mungkin lain kali.

Harapanku untuk penulis Indonesia yang peluang untuk membaca post ini mungkin sedikit sekali..
Tetap berkarya! Aku menanti :D Aku menghargai siapa pun yang secara langsung atau pun tak langsung berusaha memajukan Indonesia. (Aku kan anak Paskibra yang baik :D). Kalau ada novel baru kasih tahu aku, ya, hehehehehehehehehe!!
Semoga novel-novelnya bisa penuh dengan amanat (aku suka banget nih yang kayak begini! Apalagi kalau ada motivasi tentang hidupnya. Hihhh, life's not cruel but the people is. Tapi positive thinking aja harusnya, ya. Kan tidak boleh menyalahkan. Eh kok jadi curhat?!).
Semoga novel-novelnya laku seluruh penjuru negeri!! (Jadi Indonesia bisa sangat terpandang. Hehe)

Wish all of the novelists tons of good lucks! I adore you all.
Salam hangat dari penggemar novelis-novelis Indonesia, ihik :'D
Xoxo

1 comment:

The Owner

My photo
Already 20. The girl who tries to be adorable enough.
"Face tomorrow, tomorrow is not yesterday."
-Avril Lavigne, Darlin'