December 2, 2013

Istana Bawah Tanah

Penarikan minat kedua yang aku ikuti: Caving! ke Buniayu, pada 22 November s.d. 24 November 2013.

Ini pertama kalinya aku caving
Di bayanganku. Goa itu mulutnya besar. Mungkin 2 sampai 3 meter. mulutnya berlumut, ada tumbuhannya. Tapi bagian dalam goa warnanya cokelat-cokelat tanah gitu. Tapi tanahnya keras. 
Di bayanganku. Lantai goa beralaskan tanah kering. Mungkin sedikit berpasir. 
Di bayanganku, Goa itu dalam. Mungkin sekitar 500 m panjangnya. Atau tembus ke suatu tempat lain. Bentuknya akan seperti lorong. Lorong besar yang monoton, yang diameternya,  ya..segitu-segitu saja.

Tapi segala "di bayanganku" itu menguap ketika alam memperlihatkan bentuk goa yang asli.


Hm.. Maafkan mukaku yang gak sadar kamera ini..

Mulut goa.. 2 meter? 
Ternyata dari lubang di tanah sekecil itu.. itu bisa disebut goa! Oke. jadi, ternyata teman-teman. Dari mulut goa sekecil itu, bisa ada goa sepanjang...yah, panjang, deh, pokoknya. Saat itu, aku merasa seperti di tempat lain. Aku sama sekali gak bisa membayangkan, di atasku ada orang. 
Dan dari goa sekecil itu, ada ornamen-ornamen macam ini:


dan masih banyak lagi!
Itu goa pertama.
Goa kedua, dengan mulut yang sedikit lebih besar, bisa menghasilkan ruangan yang luar biasa besar dan seperti istana! ISTANA!!!



Keren banget, deh, pokoknya. Walaupun goa beda banget dengan yang aku bayangkan, ternyata malah lebih lebih keren! Subhanallah! 

Goa itu.. bagai istana di bawah tanah. Yah.. walaupun dengan catatan: lantainya berlumpur, naik-turun, gak rata, dan penuh dengan tantangan. 

source: dokta kapa ftui

November 22, 2013

Panjat Tebing Pertama!

Tebak ada hal apa!
Minggu kemarin, aku ikutan Penarikan Minat Rock Climbing. Seru? seru!

Singkat cerita, kami dibawa ke tebing Citatah 125 pada hari Jumat, 15 Nov s.d. 17 Nov untuk manjat artificial dan sport. "Nyobain" manjat, gitu. Kan sekarang aku ikut pecinta alam di fakultasku, di sini ada 4 divisi, Gunung Hutan, Caving, Rock Climbing, dan Olahraga Air. NAH! Minggu kemarin giliranku nyobain Rock Climbing.

Di samping ini nih, tampak tebing Citatah 125! Kenapa 125? Karena tingginya 125 meter.

Jadi di tebing ini ada 3 pitch (katanya). Cuma karena aku masih pemula, baru di suruh manjat sampai pitch 1 yang tingginya kurang lebih 40 meter. Tinggi, ya? Ya!
Tapi kalau kata seniorku, itu belum manjat, tapi masih scrambling..

Awalnya, kami kebagian manjat sport. Tapi gak ada yang bisa manjat sampai selesai kecuali Najmi. Aku? Hahaha.. Kau tahu lah.
Biasa, aku kan masih pemula. Akan segera membaik, kok.

Selanjutnya artificial. Di artificial ini alhamdulillah aku dan teman-teman bisa naik sampai pitch 1! Hanya 2 orang yang tidak sampai, satu orang karena takut ketinggian, satunya lagi si Najmi, karena durasi yang mepet dan dia merasa dia sudah merasakan rasanya "memanjat sampai selesai" sewaktu panjat di sport. Btw Najmi punya kata-kata keren, loh, buat nyemangatin teman-teman yang manjat artificial kemarin, "Jangan sia-siain waktu lo, duit lo. Lo ke sini buat manjat sampai puncak. Kalau belum sampai puncak, berarti belum selesai."

Satu hal yang kutahu, rock climbing ini membuat kita berani, lah. Ini kegiatan "mengalahkan" diri sendiri. Mengalahkan pikiran macam, "gue pasti ga bisa" "sumpah ini tinggi banget gue minder" "takut jatuh, gak ah", dan lain sebagainya.

Di atas itu kira-kira penampakan aku waktu manjat tebing, hehehe. Sayangnya aku belum berhasil "panjat cantik" (sebutanku untuk gerakan orang yang luwes banget pas manjat). Dan karena aku pengen bisa panjat cantik, somehow aku jadi tertarik banget sama RC. Bukan cuma itu, aku naksir sama tebing! Subhanallah banget tebing itu. Kokoh, bertekstur, warnanya mungkin cuma satu, tapi gitu, deh, keren. Apalagi pas sampai di pitch 1, ngeliat pemandangan dibingkai sama tebing. woa. Baru kali ini liat. Oke banget (y)

Intinya, menyenangkan, deh! Gak sabar untuk petualangan hari ini sampai Minggu, semoga berjalan lancar! Hari ini sampai Minggu: Caving ke Buniayu!

Atas: Hanif, Najmi, Kiky, Nia, Durra, Ninda, Hasan, Jojo, Budi, Rusdi
Bawah: Aldi, Vania

photos sources: dokta kapa ftui

November 5, 2013

Untuk: Kita

Pernah terpikir, tidak? Bahwa alam itu diberikan Allah bukan cuma membuat kita bisa makan dan minum, dan kebutuhan-kebutuhan dasar lainnya. Tapi alam secara tidak langsung membuat kita bersosialisasi, saling tolong menolong, membutuhkan satu sama lain, dan hidup bersama. Bahkan ketika kita belum tahu apa itu komunikasi.



Why decide not to help others?
Kenapa berharap teman kita selalu ada di samping kita kalau kita gak mau bantu mereka?

sumber gambar: maket

August 29, 2013

DTA 2013, Karya Angkatan

Jadi, selama masa adaptasi dunia kampus di fakultas teknik kemarin-kemarin, kami (mahasiswa baru teknik 2013) dikumpulkan per departemen dan mendapat beberapa tugas. Salah satunya adalah karya angkatan, yang akhirnya bisa kami selesaikan tanggal 26 Agustus 2013 malam di rumah belajar tercinta.

Departemen Teknik Arsitektur 2013: Karya Angkatan.


Jumlah dari tabung paralonnya ada 150, dan maksudnya merepresentasikan masing-masing dari kami, yang kemudian bersatu dalam satu wadah.
Itu penjelasan singkatnya.
"I made this with my friends. The other 149."

Inilah kami, angkatan kami, kebanggaan kita semua!

August 20, 2013

Acara Pertama di UI: OBM

OBM adalah singkatan dari orientasi belajar mahasiswa. OBM Dimaksudkan untuk perkenalan terhadap kampus beserta metode pembalajarannya. Dalam OBM ini, saya diajar tentang IL (Information Literacy), PBL (Problem Based Learning), CL (Collaborative Learning), LS (Learning Skill), IT-CML. OBM untuk mahasiswa baru 2013 dilaksanakan dari tanggal 27 Juli s.d. 2 Agustus 2013.

Jadi, ya, di OBM ini, kami diajarin seputar-seputar perkuliahan gitu. Diantara semua materi di atas, saya paling suka Learning Skill (LS). Soalnya di sini banyak gamesnya manfaatnya, dan lebih enjoy ngejalaninnya. Jadinya bahagia selalu deh, hahaha. Bukan berarti di acara lain gak bahagia sih.

Awalnya, kami belajar IL. Di sini kami diberi games berjudul "mencari jejak", dengan maksud agar lebih mengenal perpustakaan pusat UI yang super keren itu. Gak main-main, games-nya asoy banget. Kudu pake scan barcode, baru kebaca deh isi petunjuknya apa. Overall, it was fun. Walaupun awalnya saya sempet salah ruangan gara-gara tiba-tiba Mbak-Mbak yang ada di FIB bilang ruangannya dipindah jadi ke gedung 9, terus habis itu setelah udah sempet ngejalanin pembelajaran di suatu kelas selama mungkin 1/5 materi, dikasih absen, dan nama saya gak ada di sana. Ya udah akhirnya pindah kelas, dan pindah kelasnya tuh ga sendirian, karena ternyata banyak teman-teman saya yang salah ruangan juga. Terus akhirnya yang pindah nyaris setengah kelas-___-
Awalnya lagi juga agak krik, karena teman yang saya kenal hanya Ditta, Brenda, Devi (kenalannya juga hari itu juga). Eeeeh, tapi si Brenda akhirnya pindah ke UGM, karena keterima FKG UGM di sana (semoga berhasil selalu, Bren!)
Tapi setelah games mencari jejak dari IL, saya kenal lumayan banyak orang nih! Haha. Teman sekelompok saya saat itu, yaitu: Desmonda (Monda, anak komunikasi UI yang ternyata SEKOMPLEK sama saya, haha-___- Emang dasar gue ngansos di komplek), Deasy (dari Geografi UI, mukanya cantik dan terlihat kalem. Tapi ternyata dulu dia paskib juga, haha, jadi tambah nyambung deh!), Ditta (anak Komunikasi), Dio (anak psikologi UI. Cowok, tinggi, jago bahasa inggris kayaknya. Dari luar, boleh jadi kata orang-orang keliatan keren, tp kalau ketawa kagak pernah inget ada dimana).
Awalnya (awal melulu, maklum kosa kata lagi kering), kami diem-diem aja, tuh. Paling cuma saya sama Ditta yang rada bawel. Tapi belakang-belakangnya seru banget! Mana si Dio sama Ditta lawak mulu, perut saya sakit gak karu-karuan hari itu.

Oh, iya, saya akan memperkenalkan (dalam satu paragraf) teman saya yang sekelas OBM dengan saya. Dia anak Komunikasi UI. Berarti Fakultas ISIP (kalau fakultas ya jangan pake "f" lagi di fisip. Nanti malah jadi Fakultas Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik). Waktu itu saya kenalan sama dia di tanggal 27 Juli, hari pertama OBM. Kami sama-sama menunggu kelas dibuka. Akhirnya ngobrolin berbagai macam hal. Saya kira saya mulai mudah mencari topik, sampai saya sadari, alasan kenapa saya bisa ngobrol lancar banget sama dia ya karena dia bawel, dan saya kalem seimbang lah.
Namanya Ditta Felica. Dan dia yang memberi tahu bahwa ada kamar kosong di tempat kosannya dia.

Hari kedua, kalau tidak salah LS. Learning Skill, di FH. Rasanya OBM, tuh, asyik banget, soalnya jadi bisa keliling-keliling UI dan menghilangkan sisa kemageran selama liburan! Haha.
Di FH ini, kami diajar oleh Kak Mimi dan Kak Nda. Mereka berdua berasal dari Fakultas Psikologi.
Jadi di hari kedua ini, kami diterangkan tentang cara belajar di univ, dan tentang berpikir kritis.
Pertama-tama, kami dibagi jadi kelompok-kelompok, terus dikasih kertas berisi soal, dan petunjuk. Soalnya kayak soal cerita TPA, gitu. Dan saya sangat suka beginian. Akhirnya, kelompok saya (Bella, Devi Triani, Dimas A, Fajri) yang jawabnya benar semua! Wiii! Satu-satunya yang benar semua loh jawabannya...good job guys.
Gak cuma itu games dan materi-materinya. Ada banyak banget, dan seru banget. Berkali-kali kami rombak-bentuk kelompok, sampai-sampai di hari kedua ini, saya nyaris kenal sama satu kelas.

Hari ketiga, kalau tidak salah CL. Collaborative Learning, di FE. Pendapat orang-orang sih ngebosenin. Tapi menurut saya seru-seru aja, sih! Seru banget dapet teman baru yang otaknya macam-macam di sini.
Di CL ini, kami diajar metode pembelajaran CL. Jadi, kami dibagi menjadi kelompok-kelompok, yang namanya focus group. Di focus group ini, kami bakal ngebahas tentang bunga (emang materi yang dikasih bunga), fungsinya, strukturnya, dan lain-lainnya! Yang saya kasihan adalah mereka yang dari IPS. Ada teman saya namanya Dewina. Ketika kami menjelaskan tentang struktur bunga, tampangnya gak jauh jauh dari: :-/ o_O X-| >:|
Setelah focus group, kami dirombak-bentuk lagi menjadi kelompok baru yang dinamakan home group. Di sini, kami harus menjelaskan materi yang diajarkan di focus group kepada teman-teman baru kita di home group. Setelah penjelasan yang ujung-ujungnya gak kelar, akhirnya kami memutuskan untuk langsung membuat presentasi saja.

Setelah membuat presentasi dengan keputusan bahwa yang akan mempresentasikannya adalah salah satu teman ahli kami yang paham materi, kami duduk manis.
Tapi ternyata, semua itu hanya angan-angan belaka..
Wakil untuk presentasi dipilih acak, dan kami semua waswas. Yang dari IPA berdoa supaya gak maju, apalagi yang dari IPS.
Pada akhirnya, yang terpilih untuk mewakilkan kelompok saya adalah Dikri (anak bisnis islam, FE, jelas-jelas anak IPS), yang tidak mengerti tentang ini, tapi gayanya semerbak. Kita beri applause dulu untuk Dikri....

Hari keempat, kami belajar IT-CML. Panjang deh pokoknya.. tapi penting banget. UI banget.

Hari kelima, LS lagi. Seru banget (lagi). Diajarin kalau kita jadi mahasiswa UI juga untuk rakyat.. :)
Bikin tambah semangat untuk melakukan&menghasilkan yang terbaik, deh pokoknya.

Hari keenam, PBL (Problem Based Learning). Metode pelajaran yang rada ribet, tapi emang sangat aplikatif.

Di hari keenam yang adalah hari terakhir... kami foto-foto. Sayangnya foto-fotonya gak di-upload, cuma beberapa, dan gak lengkap.

durra dan teman-teman OBM

JANGAN LUPAIN DURRA, TEMAN-TEMAN! Kalian, teman-teman pertama Durra di kuliah, ahaha :'-) 

July 19, 2013

Soon: Anak UI

Dan ketika kamu menyerahkan segalanya kepada Yang Maha Kuasa... maka Dia akan memberikan hadiah untuk dirimu.


Berkah Ramadhan lainnya! Alhamdulillah :)

Selamat berjuang untuk kalian semua! Everything is worth it when it comes to studying and learning. So, for those who haven't met the right place yet, please don't look down on yourself! And for those (including me) who have already known the place, don't act so high and mighty :D Be as humble as possible, and pray for your friends.
God loves those who never give up!
xoxo

July 12, 2013

Tantangan: BERHASIL!



Saya berhasil menjawab tantangan SBMPTN!
Antara percaya dan gak percaya. Alhamdulillah!

Hasil SBMPTN diumumkan tanggal 8 Juli 2013 pukul 17:00 WIB. Waktu yang sangat..unik ya. Bukan pukul 00:00 atau 23:59 tapi pukul 5 sore.

Beberapa hari sebelum hari H, saya deg-degan bukan main. Pengen tahu lebih dulu. Terlalu penasaran untuk menunggu lebih lama. H-1, rasanya saya ingin mempercepat jam di dunia ini. Hari H, rasanya saya ingin buru-buru datang pukul 5!! Tapi akhirnya sebelum pukul 5 tiba, saya memutuskan untuk bersiap-siap dengan kemungkinan terburuk. Mempersiapkan mental dengan duduk di depan cermin, mengatakan sesuatu (kepada diri sendiri) untuk membuat kepercayaan diri bangkit.

Pukul 16:30-an, saya ke dunkin donuts Buaran bersama Mima (penting kan? Demi melihat hasil SBMPTN bareng Mima, kami ke dunkin donuts, padahal di rumah ada wifi-_-) pukul 16:56, saya mulai ketar-ketir. Gemetaran. Takut melihat ada space warna merah di halaman yang bakal kubuka lewat internet.

Dan... SENENG BANGET PAS MELIHAT HASILNYA SEPERTI YANG DI ATAS! :D

by the way, my family told me to wait for SIMAK...

June 1, 2013

Laskar Tulis


SELAMAT BERJUANG DAN MENANGKAN SBMPTN, DUR! :D

May 24, 2013

CREDIT, High School


Dua tahun yang teramat berharga, rasanya baru tahun lalu dicemplungin Bunda ke dalam 81, gak ngerti apa-apaan kayak anak manja, lantas sok-sokan masuk ke akselerasi.
Alhamdulillah. berhasil survive.

All praise is to Allah. For sure. Terima kasih ya Allah, atas segala doa dan harapanku yang Engkau kabulkan, semoga nilai saya juga sangat memuaskan :')
Terima kasih untuk keluargaku atas segala dukungan yang tiada batas. Atas "prok prok whuuushh" yang sungguh-sungguh menjalarkan kepositifan.
Terima kasih untuk guru-guru 81 yang...mantap.
Terima kasih untuk kakak-kakak dan teman-teman PPB, yang sudah membiayai 1 setengah tahun saya di SMA. Membantu perekonomian keluarga saya. Atas segala bimbel, mentoring, pembukaan wawasan, dan segalanya. Berharga sekali.
Terima kasih untuk ACRACEOUS. Kita melewati 2 tahun! Alhamdulillah. Senasib seperjuangan :')
Terima kasih untuk Paskibra81. Terima kasih untuk 2011 dan alumni untuk pengajaran mental dan ideologi, pengajaran etika, dan lain-lain. Terima kasih untuk 2013, semoga bisa terus menjadi adik yang baik untuk kakak, teman yang baik untuk orang lain, dan suatu saat--kakak yang baik untuk adik kalian. Dan tentu saja untuk 2012, atas waktu-waktunya yang berharga. Saya ingat sekali dengan muka kalian yang serba abstrak. Akan.

Alhamdulillah :')
Semoga nilainya juga memuaskan. Aamiin.


April 23, 2013

Sembilan Orang Kakak

Sumber: paskibra81.wordpress.com


Lihatlah!
Dulu mereka hanya berjumlah dua orang. Perempuan pula.
Sekarang mereka berjumlah dua puluh satu! Dua puluh satu! Tapi tidak semuanya berada dalam foto.
Bukan dua belas seperti saya dulu.

Mereka adik-adik saya.
Di sekolah.

Dulu mereka amatir. Tidak ahli sama sekali dalam paskib.
Sekarang mereka berhasil memenangkan satu lomba!
Yuk baca kisah mereka di blog Paskibra 81.
Insya Allah baru satu. Insya Allah akan terus bertambah.

Di sinilah tugas saya dan delapan orang kakak lainnya.



February 28, 2013

You will Understand Yourself

World is beautiful, but don't forget to keep going for the goal.


Terkadang yang gemerlap itu menggiurkan, padahal gemerlap ada saat cahaya tiada.

February 24, 2013

Pesaing yang Bersemangat

Susahnya belajar di kelas aksel? Sama aja kayak kelas biasa.
Paling tekanan mentalnya itu, loh. Kan cuma dua tahun (aamiin), jadi, ya, beberapa agak merasa dirugikan dengan kami, "Ngambil kuota." katanya.

Malah udah ada beberapa serangan mental ke arah saya. Hehe.
Tapi, pilihan sendiri, sih, mau terus-terusan ngasih serangan mental atau nggak.



Karena saya gak takut.
Saya kan anak paskibra, udah dilatih fisik dan mental.
At the end, you will be the one who felt tired giving me those cold expressions and mean words.

Man, I don't give a damn.
Karena saya pesaing dengan semangat maksimal.

Fyi, gak pernah nyangka gambar yang saya buat dua tahun yang lalu akan berguna untuk post kali ini.
Bismillah untuk kesuksesan kita semua :)

Side by Side. Forever?

Hal paling menyenangkan yang sedang terjadi di rumahku?
Sekarang aku punya scanner! Jadi aku bisa share gambarku yang biasa-biasa saja ini..


Emang dasar Durra tukang galau.

A little hope that will never happen kayaknya, yah.
Orang datang dan pergi, sih. Dan tiap makhluk adalah milik Allah SWT.

Lying side by side mungkin aja.
forevernya itu loh :')

Lyrics from We Will Not Grow Old - Lenka

January 29, 2013

[3] Berawal dari Kesalahan

Yak, cerpen lainnya dari saya. Tema: Kesalahan.
Hmmm.. maaf ya kalau membosankan, soalnya masih dalam tahap pembelajaran.

Selamat membaca!
 --


Berawal dari Kesalahan
Durra Zaahira

Siapa, sih, yang tidak pernah melakukan kesalahan?
                Tapi seumur-umur, baru dia yang entah kenapa selalu terlihat apes dengan segala hal yang diperbuatnya.
                Namanya Lucas. Awal aku bertemu dia adalah saat masuk ke ekskul untuk pertama kalinya. Tidak punya teman dari SMP yang sama, aku pun duduk di sebelah dia  saat hari pertama ekskulku. Ekskul kami, biola.
                “Gue pilih ekskul biola, karena biola itu..elegan banget. Cowok main gitar udah biasa. Pengen belajar sesuatu yang sedikit beda,” terang Lukas.
                “Setuju, Cas! Gue juga alasannya itu. Gue bisa tiba-tiba terlihat menjadi cewek terelegan sedunia ketika memainkan biola. Tapi lo gak takut dikira kecewek-cewekan..?”
                “Kadang ada yang mencibir, sih. ‘Ih, mainannya biola, kayak cewek aja.’ Tapi, ya, terus kenapa? Kalau emang pengen mendalami emangnya salah?”
                Berawal dari menyukai hal yang sama dan sependapat dengan hal yang sama, aku dan Lucas menjadi teman akrab. Aku dan dia berbeda kelas, tapi kami bisa menjadi sahabat baik hanya karena biola ini.
                Lucas mempunyai tubuh yang tidak terlalu gemuk, dan tidak terlalu kurus. Tingginya kira-kira setinggi aku, biasa saja untuk ukuran laki-laki. Ganteng? Biasa. Yang paling ganteng di angkatanku itu sepertinya adalah Dira, teman sekelasku. Kulit Lucas berwarna putih, khas anak keturunan Asia Timur, dengan matanya yang hanya segaris di balik kaca mata bingkai hitamnya, dan rambut yang lurus. Karena putihnya ini, beberapa mungkin kepincut ketika pertama melihat.
                Satu hal yang harus kuakui lucu dari dia adalah lesung pipit di pipinya. Sayangnya, dengan segala keapesan yang sering dia temui, dia jarang tersenyum.
                Baiklah, biar kuceritakan bagaimana apesnya dia hari-hari yang lalu.
                Ekskul biola. Dengan anggota ekskul yang hanya berjumlah 15 (7 dari kelas IX, 6 dari kelas VIII, dan 2 dari angkatanku, yang tidak lain adalah aku dan Lukas), adalah ekskul paling keren (menurutku) yang pernah kuikuti. Kami ekskul tiap hari Selasa, eksklusif sekali. Padahal ekskul lainnya memakai hari Jumat atau Sabtu.
                Ruangannya bertempat di ruang teater musik. Di ruang teater ini, ada panggung, sehingga kami bisa merasakan bagaimana rasanya berada di atas panggung. Di atas panggung, di sudut sebelah kiri dilihat dari arah penonton, ada grand piano berwarna putih. Di langit-langit panggung, ada berbagai macam lampu yang aku tak mengerti kenapa harus sebanyak itu. Di sudut kanan, ada drum, gitar listrik, gitar akustik, dan bass. Di panggung bagian depan, terdapat speaker.
                Itu baru di panggung. Di belakang panggung, terdapat berbagai macam microphonestand microphone, lalu ada mimbar, dan masih banyak lagi. Sayangnya, biola harus kami miliki sendiri. Tentu saja, tidak mungkin, kan, kami ekskul tapi tidak punya peralatannya.
                Memang peralatan di ruang teater ini sangat memadai. Dengan ruangan yang luas dan peralatan yang serba ada, sekolahku dianugerahi sebagai sekolah yang paling memuaskan, hehe.
                Lucas dan aku, sebagai anak baru dan dari angkatan paling bontot, merasa agak janggal diantara kakak-kakak kelas ini. Tapi untungnya, mereka sangat ramah kepada kami. Dengan kakak-kakak kelas yang mayoritas perempuan ini (yang laki-laki hanya 4, sudah termasuk Lucas), ekskul terasa lebih bersahabat.
                Hari pertama, aku dan Lucas berkenalan, meneliti setiap sudut ruang teater, bincang-bincang dengan kakak kelas, dan berkenalan dengan dua pelatih (satu perempuan dan satu laki-laki), belum ada hal-hal yang bikin kesal hati.
                Namun di minggu berikut dan berikutnya, ada saja masalah.
                Semua berawal dari pembagian kelompok. Setelah kami mendapat dasar-dasar bermain biola dan pelatih (kami menyebut mereka Kak Winda dan Kak Puji) berkata bahwa kami sudah cukup baik dalam bermain, pelatih kami, memutuskan untuk membagi kami berlima belas menjadi 3 kelompok. Satu kelompok terdiri dari 5 orang. Pembagian ini bertujuan agar tiap kelompok mau berkompetisi, tapi di sisi lain bisa saling mengajarkan lagu yang kita pelajari, karena setiap kelompok mendapat lagu yang berbeda.
                Aku sekelompok dengan Lucas, Rio (kelas VIII), Tania (kelas VIII), dan Oliv (kelas IX). Untuk kali ini, kami mendapat bagian lagu Over The Rainbow. Mudah, kan? Ya, memang.
                Tapi syukurlah, karena aku sekelompok dengan Lucas, aku tidak jadi menyepelekan lagu ini. Lucas sukses membuat lagu ini terasa sulit. Seolah hanya seorang handal yang bisa menyelesaikan lagunya sampai selesai.
                Ini dia apesnya, pelatih kami yang mulai terlihat asli galaknya, selalu memburu kami. Bahkan Kak Puji yang awalnya terlihat sangat baik itu bisa marah dengan seramnya.
                Berkali-kali kelompok kami didatangi oleh Kak Winda dan Kak Puji karena kesalahan kami yang mayoritas karena Lucas.
                “Cas, lo terbuat dari apa, sih? Ada aja salah, dah,” tanya Tania yang mulai merasa kesal.
                “Iya.. maafin, ya, Kak. SMP soalnya kali pertama dia main biola..” kataku membela.
                “Ya, tapi tetap saja, ya! Ditegur berapa kali, tetap saja ada yang salah. Malah tambah banyak. Aneh banget, sih. Lo tuh jadi orang fokus!” kata Tania.
                “Maaf, kak. Saya emang kalau dimarahin jadi gugup gitu.. Saya jadi panik. Maaf, Kak, maaf,” pinta Lucas.
                “Ya sudah! Benerin aja tuh mainan lo! Ngapain lo minta maaf sama gue!” kata Tania lagi, kembali kepada biola dan partiturnya.
                Bisa kudengar Lucas bergumam, “Ya, kan, lo marah gara-gara ikutan dimarahin sama pelatih.”
                Aku hanya menepuk bahu Lucas, dan aku kembali menatap partitur di depanku dan menggesek biolaku.

January 1, 2013

[2] Terserah Khas Dira

Haiiiiii... It's time foooorrrrr. CERPEN!!! By me of course :D
Request cerpen kali ini berasal dari Kakakku, Zahra Fadhila. Hope you find the value! Happy reading!

****


               Terserah Khas Dira
Durra Zaahira
Hai, namaku Dara. Aku anak SMA, umurku masih 15 tahun. Awalnya, kehidupan di SMA kujalani seperti biasa, tidak ada yang benar-benar ‘wow’, padahal kata orang, SMA itu masa-masa paling indah dalam sejarah hidup manusia. Tapi sekarang, aku berpikir bahwa benar saja, SMA itu indah, kok!
            SMA penuh dengan cowok-cowok ganteng nan kece, termasuk salah satu teman dekatku ini. Namanya Dira. Dira itu tinggi, badannya tegap, kulitnya tidak putih, dan tidak hitam, warna yang pas untuk seorang cowok. Keren, jago olahraga, dan semua orang yang lihat dia pasti tanpa sadar mengikuti dia jalan kemana dengan tatapannya.
            Jadi, beruntunglah aku, mendapat kesempatan untuk sekelas dan menjadi teman akrab dengan dia di SMA ini! Haha!
            “Dar, lo mau pake sambal apa ngga?” tanya Dira sambil menyodorkan satu botol saus sambal untuk ditambahkan ke dalam baksoku.
            “Nggak, deh.”
            “Oh, yaudah,” kata Dira. “Makasih, Bang,” katanya lagi sambil mengembalikan botol saus sambal kepada tukang bakso di kantin.
            “Cari tempat duduk, yuk, sekarang,” saranku sambil berjalan menuju tempat duduk kosong terdekat.
            Dira hanya bergumam, “Terserah.” Lalu dia berjalan di sebelahku. Badannya yang tinggi sangat cocok dengan tubuhku yang juga terbilang cukup tinggi ini. Melihat Dira berjalan dengan gagahnya, bisa kulihat tampang mupeng kakak-kakak kelas yang juga ingin berada di posisiku. Haha! Ehh, Dira bukan pacarku, ya. Hanya teman dekat. Tapi berjalan di samping dia membuatku cukup bangga, karena dia ganteng, jadi orang ngiri sama aku. Hehe.
            Aku dan Dira kemudian duduk dan mulai berbincang-bincang.
            “Eh, Dir, habis ini satu jam pelajaran lagi terus pulang, kan?” tanyaku.
            “Iya,” jawab Dira tanpa memandangku. Tatapannya fokus ke satu mangkuk bakso yang dibayangan dia sepertinya terasa sangat lezat. “Ngomong-ngomong soal pulang cepet...” lanjutnya menggantung kalimat. “Nonton, yuk, hari ini.”
            Aku menghentikan makanku. “Hah?” Kok, tiba-tiba diajak pergi gini.
            “Iya. Kan besok udah Sabtu, terus minggu depan mulai libur. Gak apa, kali. Emang kenapa?” Dira balik bertanya kepadaku. Sambil tetap makan baksonya tentunya.
            “Yaaa. Tumben aja. Lo kan jarang banget ngajak gue kemana-mana. Kenapa, nih? Lo flirting, ya?” tanyaku sambil tertawa. Kuminum teh botol di samping mangkuk baksoku.
            Dira menghentikan makannya, dan menatapku seolah aku alien teraneh yang pernah dia lihat. Walaupun dia memang tidak pernah melihat alien, sih. “Apaan, sih, lo? Ngapain juga flirting sama lo? Kayaknya gue deserve someone better, deh,” katanya, lalu melanjutkan satu suapan bakso terakhirnya.
            “Yeee. Berasa paling ganteng aja!” dumelku. Walaupun aku merasa memang dia yang paling ganteng di sekolah ini, sih. Aku lalu mencomot baksoku lagi. “Emang mau nonton apaan?”
            “Nah, itu dia.” Dia mencomot bakso terakhirku.
            “EEEEH, ITU BAKSO TERAKHIR GUE!!!” seruku. Mendengar teriakanku, semua orang memandang ke meja kami.
            “Ck, daritadi tu adek kelas bikin gue ngiri aja. Malah sekarang manja-manjaan gitu lagi,” ujar salah seorang kakak kelas kepada tiga orang temannya. Hu..salah sendiri kagak temanan sama cowok ganteng! Keseringan dandan, sih!
            Tanpa memedulikan omongan orang-orang di sekitar, Dira memakan bakso terakhirku.
            “Gara-gara lo, gue rugi 750 perak! Bete!” kataku bercanda. Tapi kesel benaran, sih! Niatku kan mau makan bakso terakhirku perlahan-lahan.
            Semakin aku memakinya, semakin dia makan seolah-olah itu bakso terenak yang pernah dia makan. Tak suka dengan tampangnya, aku menusukkan garpuku ke tangannya.
            “Adaaw!!” teriaknya keras. Dira mengibas-kibaskan tangannya.
            Aku tertawa, “Ha ha ha!! Salah lo, ya! Makan bakso terakhir gue plus membuat gue rugi!”
            “Ya elah pelit banget sih,” katanya, sambil melihat ke arah tangannya yang kini dihiasi empat lubang. Dira tampak sangat mengasihani tangannya yang sebelumnya mulus.
            Aku memegang tangannya, melihatnya sekilas, dan melepasnya. “Duile, lebay banget, Mas. Kagak berdarah, juga,” cibirku.
            Tidak memedulikan cibiranku, Dira melanjutkan topik yang sempat terpotong, “Nah, itu dia, Dar. Gue bingung mau nonton apa.”
            “Lah, gimana sih? Lo maunya apa?”
            Dira hanya mengedikkan bahu. Lalu menjawab, “Terserah.”
            Bel berbunyi. “Dar, yuk ke kelas,” katanya kepadaku yang menatapnya dengan satu alis terangkat.
            Mau ngajak pergi nonton, kok, gak tahu mau nonton apa?

The Owner

My photo
Already 20. The girl who tries to be adorable enough.
"Face tomorrow, tomorrow is not yesterday."
-Avril Lavigne, Darlin'