February 22, 2015

SENTIRE: Sebuah Upaya Mengepresikan Perasaan dalam Hati

Salah satu hal yang saya sesali saat ini adalah..tidak menge-post tulisan ini sesaat setelah saya datang ke pameran seni ini. Seharusnya kalian datang!

Pameran Perdana Mahasiswa Baru
Seperti biasanya, mahasiswa baru departemen Arsitektur Universitas Indonesia, di akhir semester 1 akan mengadakan pameran seni rupa dari mata kuliah seni rupa. Sebuah pameran perdana yang dinanti-nanti seniornya. Well, selain mencari inspirasi, ada pikiran jahat juga untuk membandingkan dengan angkatan sendiri, haha...well maybe it is just me.

Pameran akan ada dua kali, karena departemen Arsitektur terdiridari dua jurusan: Arsitektur dan Arsitektur Interior. Pameran yang akan saya ceritakan di sini adalah pameran milik Arsitektur Interior angkatan 2014 (saya tidak datang pameran Arsitektur..maafkan.)

Seni | Hati | Kreasi
Pameran ini berjudul SENTIRE, Singkatan dari Seni | Hati | Kreasi. Begitu pula dengan hasilnya yang pastinya dari perasaan dan imajinasi mereka. Digelar pada tanggal 6 Desember 2015 s.d. 11 Desember 2015, di lobi Gedung K FTUI. Sebuah lobi yang sangat strategis dan hampir pasti selalu dilewati mahasiswa, menghubungkan jalan menuju gedung-gedung lain.

Berbeda dengan tahun lalu yang sepertinya bertema sangat interior (tahun lalu, setting pameran seperti ruangan-ruangan dalam hotel, sehingga ketika kita masuk ke dalam pameran, seperti masuk ke dalam ruangan-ruangan, sehingga selani bisa melihat hasil dari tiap individu, kita bisa melihat juga bagaimana karya individu itu berpadu dengan karya milik teman kita) tahun ini cenderung memperlihatkan kemampuan individu dari tiap orang.

 Dekorasi selamat datang di langit-langit koridor jalur menuju lobi K. 

A big warm welcome ketika kita masuk dari salah satu jalur masuk yang paling sering dilewati mahasiswa. 

Setelah masuk ke dalam lobi K, kita akan disapa oleh hangatnya temaram akibat lampu lobi k yang dimatikan, dan lampu-lampu tembak yang mengarah ke karya seni. Sehingga fokus kita akan sebagian besar teralihkan ke karya seni. I call this, super modal 2014. (I remember how 2013 was only putting a few lamp, and was not pointed to EVERY artworks we made. Hey, Dur, what a sentence full of envious.) Anyway, setiap lampu yang terarahkan ke karya seni bekerja dengan baik, sehingga pengunjung bisa melihat dengan jelas hasil jerih payah yang sudah mahasiswa Arsitektur Interior 2014 buat.

A Few Shots to The Artworks
Hasrat, karya oleh: Dominic Vincent

"Hasrat" merupakan salah satu karya seni yang cukup mencolok, selain karena bentuknya yang cukup massive dibanding yang lain, karya ini berada di tengah dan mengambil hal yang dirasa paling dicari orang: uang. Seperti yang kita lihat, bagaimana si Dominic Vincent mengutarakan pikirannya mengenai manusia, bagaimana manusia selalu haus akan uang. Mendewakannya?
Di sisi lain kita bisa melihat bayang-bayang dari "sesuatu", yang terlihat jahat.
A lot to say

The devil which hides in the money.

Perangkap, oleh Wilda Maulina
Who doesn't know? buat sebagian orang--terutama perempuan--baju adalah segalanya. Perhiasan, kecantikan, sesuatu yang indah. Semua keindahan itu, saking indahnya, melahap habis kita, tanpa jejak, terperangkap.
Bukan hal aneh bagaimana kita menganggap penampilan luar adalah segalanya. 

Tertekan, oleh Megawati Asellia P.
"Karya ini mepresentasikan tekanan yang saya alami selama ini. Betapa tekanan itu sangat kuat sehingga malaikat pun menangis."
Aku suka ini. Rasanya sedih sekali memang melihatnya...tapi semoga Megawati ini tertekan bukan karena tugas-tugas di perkuliahan ya.

Marah, oleh Ghaisani Nabila G

Minggat, oleh Qamara Agustina R.

Persepsi, oleh Lydia Virsa

Teduh, oleh Defani Herbiana A.



Dan masih ada banyak lagi karya-karya buatan mahasiswa Arsitektur Interior angkatan 2014 ini. Sayangnya ku tidak memotret semuanya.

“Eleanor was right. She never looked nice. She looked like art, and art wasn't supposed to look nice; it was supposed to make you feel something.” ― Rainbow RowellEleanor & Park

Bravo, 2014!

No comments:

The Owner

My photo
Already 20. The girl who tries to be adorable enough.
"Face tomorrow, tomorrow is not yesterday."
-Avril Lavigne, Darlin'