April 24, 2017

Cheese in The Trap: A World Full of Misunderstanding

Cheese in The Trap merupakan sebuah drama keluaran TvN pada tahun 2016 berjumlah 16 episode, yang menceritakan kehidupan perkuliahan dan segala jatuh-bangun di dalamnya.

sumber: google.com

SINOPSIS
Hong Seol (Kim Go-Eun) adalah seorang mahasiswi jurusan bisnis manajemen yang baru saja menyelesaikan cuti semesternya. Kondisi keuangan dan perkuliahan yang tidak kondusif membuat membuat dia dahulu memutuskan untuk cuti dalam sementara waktu. Seol membutuhkan beasiswa, di sisi lain, Seol ingin menghindari seseorang. Seseorang yang dianggapnya membuat kehidupan perkuliahannya nelangsa.

Namun tiba-tiba, Seol mendapatkan beasiswa, membuat dia bisa menjalankan perkuliahan di tahun ini. Bukan hanya itu yang aneh, Seol juga terus-terusan didekati oleh Yoo Jung(Park Hae-Jin), seorang senior laki-laki yang menjadi penyebab Seol memilih untuk cuti kuliah tahun lalu.

Bagaimana mungkin seseorang yang awalnya terlihat membenci Seol tiba-tiba bisa berubah 180 derajat menjadi seseorang yang ingin berteman dengannya?

Beberapa kali Seol dibantu oleh Yoo Jung, akibat kesalah-pahaman yang terjadi di antara mereka, menyebabkan Seol merasa bersalah dan berhutang budi, dan akhirnya menjadi dekat dengan Yoo Jung. Kedekatan merea membuat Seol lebih paham mengenai Yoo Jung, dan lambat laun Yoo Jung menjadi orang yang lebih terbuka.


KELEBIHAN
TvN lagi-lagi tidak mengecewakan dengan menyiarkan drama Cheese in The Trap. Cheese in The Trap memiliki plot yang baik dan aktor yang baik (dan sangat baik dalam menggambarkan karakternya masing-masing. APPLAUSE!). Menurut saya pemilihan 'nuansa warna' untuk video juga baik, warnanya ringan, sehingga kita bisa merasakan, "Dunia kampus yang menyenangkan", despite all the heart-tiring situations.

Metode bercerita dalam drama kurang lebih seperti webtoon-nya yang memiliki judul sama, yaitu dengan alur maju-mundur. Banyak flashback yang ditampilkan dalam drama, utamanya saat berusaha mencari tahu ada apa dibalik kejadian yang ditampilkan di masa kini.

Cheese in The Trap, berbeda dengan drama lain, fokus kepada karakter. Semakin kita sebagai penonton berpikir dan fokus mengenai karakter tokoh, semakin paham kita dengan alur cerita.

Kita bisa melihat ada perbedaan karakter pada tokoh-tokoh dalam drama, yang kemudian karakter ini bertemu dan berinteraksi dengan karakter satu sama lain, menghasilkan kehidupan sosial yang bervariasi. Sebagai contoh, Hong Seol merupakan seorang mahasiswi yang cenderung kaku, serius, sehingga dia begitu serius dengan kuliah dan apapun yang dia kerjakan. Kita bisa juga melihat Hong Seol adalah seorang mahasiswi yang sangat suka berpikir tentang apapun, seringkali Hong Seol menghasilkan judgement atas suatu sikap seseorang, yang sebenarnya mungkin adalah penyebab utama Hong Seol dahulu memiliki jarak dengan Yoo Jung.

Di sisi lain, Yoo Jung adalah seseorang yang sulit ditebak, meski ada kalanya karakternya serupa dengan Hong Seol. Perbedaannya adalah, Yoo Jung merespon perbuatan seseorang lebih ekstrim dibanding Hong Seol, hal ini membuat Yoo Jung sering kali terlihat misterius dan kejam, namun di sisi lain terlihat seperti memiliki pikiran yang pendek dan cenderung tidak berpikir dalam berperilaku. Simpelnya, "You reap what you sow" mungkin jadi motto Yoo Jung dalam berperilaku dengan orang-orang.

Namun kemudian Hong Seol dan Yoo Jung menjalin lebih banyak komunikasi, sehingga kesalah-pahaman bisa teratasi, pada akhirnya Hong Seol dan Yoo Jung sama-sama tahu bagaimana karakter masing-masing dan tahu apa yang mesti diperbaiki.

Cheese in The Trap menurut saya berhasil menunjukkan lapis-lapis keberagaman karakter dalam bersosial di dunia perkuliahan, dengan umur antara remaja dan dewasa muda, Cheese in The Trap berhasil mengeluarkan ekspresi kaum muda yang terkadang terlihat dewasa, namun di sisi lain masih labil, masih mencari identitas, dan masih berusaha dalam benar-benar memahami orang lain.

Kita bisa lihat ada Hong Seol yang sulit bercanda, serius, kaku, namun tanggung jawab. Yoo Jung yang sangat independen dan secretive, namun di sisi lain sangat memperhatikan orang lain. Baek In-Ho(Seo Kang-Joon) yang easy-going, carefree, namun di sisi lain tidak enak jika harus menceritakan kisah-kisah yang membuat depresi. Baek In-Ha (Lee Sung-Kyung) dengan kegilaannya, namun di sisi lain sebenarnya sedang kehilangan hal yang bisa membuatnya tertarik dalam hidup. Eun-Tak (Nam Joo-Hyuk) dan Bo-Ra (Park Min-Ji) dengan selera humor yang baik, riang, dan supportif, yang ketika merasa khawatir dengan Hong Seol, akan berusaha mencari kesenangan untuk menghibur Hong Seol. Kemudian ada tokoh-tokoh lain seperti Oh Young-Gon, Son Min-Soo, dan Sang-Chul, yang memiliki karakter berbeda juga.

Selain dari perbedaan karakter tokoh, akting dari para aktor yang tidak berlebihan menjadikan karakter tokoh lebih terlihat dalam gestur, percakapan, dan lain-lain.

Sehingga Cheese in The Trap kemudian terkesan tidak begitu fokus kepada kisah cinta antara Hong Seol dan Yoo Jung, namun fokus kepada karakter tokoh, kondisi psikologis tokoh, dan penyebab dibalik sikap-sikap yang terjadi dalam drama, yang menurut saya menjadi highlight dan detail yang merupakan nilai plus Cheese in The Trap dibanding drama lainnya.

KEKURANGAN
Meski di awal saya sempat katakan bahwa 'akting tokoh dalam Cheese in The Trap tidak berlebihan', namun harus saya akui saya sempat kebingungan dengan Baek In-Ha yang terlihat memiliki karakter yang aneh. Berkali-kali saya berpikir, apakah Baek In-Ha adalah salah satu bentuk diversitas karakter (dalam artian, drama ingin menunjukkan bahwa, "Di dunia ada, loh, orang yang emang in this kind of state", dalam artian: agak gila, salah satunya akibat harta), atau Lee Sung-Kyung just did it too much. Menurut saya tidak masalah kalau memang yang ingin ditunjukkan adalah diversitas karakter, tapi sayangnya drama tidak berhasil menjelaskan karakter Baek In-Ha sejelas bagaimana drama menjelaskan karakter-karakter lainnya. Padahal menurut saya Baek In-Ha memiliki karakter paling berbeda dan paling ekstrim, she deserves more explanation.

Selain itu, Cheese in The Trap memiliki ending (antara Yoo Jung dan Hong Seol) yang menggantung. "Jadi bagaimana kisah cinta Yoo Jung dan Hong Seol?!" Rasanya gemas karena tidak tahu dengan pasti mereka bagaimana akhirnya. Tapi kalau seandainya teman-teman tidak puas dengan ending antara Yoo Jung dan Hong Seol, kita bisa lebih perhatikan ending untuk tokoh-tokoh lainnya. Everyone seems fine.

Namun kalau kita pikirkan dengan lebih detail, bahwa Cheese in The Trap meng-highlight mengenai usaha untuk mengenal karakter, maka mungkin ending menggantung lebih baik. Dengan ending menggantung, kita bisa berasumsi bahwa Yoo Jung dan Hong Seol masih dalam perjalanan untuk saling mengenal lebih dalam..dan begitu seterusnya.



Cheese in The Trap dengan baik memperlihatkan bahwa tiap manusia memiliki kekayaan, diversitas karakter, yang, karena satu atau lebih kejadian yang dialami selama hidupnya, menjadikan terbentuknya sikap yang jauh jauh jauh lebih bermacam-macam. So be careful in judging other people. Before we decided to take action or put words about/to someone, try to understand and communicate first, ya :)
People may think Yoo Jung is inhuman, but once you try to get to know him, it is surprisingly because of the diverse character.

Cheese in The Trap has left me speechless, sangat baik!

Seperti ucapan akhir Hong Seol dalam drama, tiap orang memiliki rentang waktunya sendiri dalam berusaha memahami dan mengenal karakter orang lain, lalu kemudian berusaha menyesuaikan dengan karakter diri sendiri;

"I wonder if there was ever another time when I worried so much about things, just to get to know a person better.. He may need the same amount of time I needed to know and accept him.
-No. 
He may need even more time than I did." (Cheese in The Trap, Ep. 16)

No comments:

The Owner

My photo
Already 20. The girl who tries to be adorable enough.
"Face tomorrow, tomorrow is not yesterday."
-Avril Lavigne, Darlin'